Karena hidup tidak hanya menarik nafas, tetapi juga menarik makna di balik fakta...

.
Showing posts with label flash. Show all posts
Showing posts with label flash. Show all posts

Tuesday, October 4, 2011

It's Your Day

Music by Willy Aviantara
Lyric by Novie


Selamat pagi, Clareta
Hari ini berbeda
Burung-burung bercerita
Tuk yang istimewa

Sebelum kau terjaga
Banyak doa terucap
Bisikkan sebuah harapan
dan tersenyumlah

Mungkin kau tak menyangka
Banyak cinta untukmu
Saatnya kau menjelma
Jadi wanita

Chorus
Lagu ini kupersembahkan untukmu
Inilah doaku tuk menyertaimu
Semoga kau selalu menjadi bintang terindah
Semoga kau bahagia
Semoga tercapai sgala mimpimu

Masih ingatkah engkau
Akan seorang gadis
Menangis di kamar itu
Angan tak tercapai

Kini dia tlah dewasa
Tegar hadapi dunia
Tetap memohon pada-Nya
Yang Maha Kuasa

Semoga kau bahagia
Semoga tercapai...
Sgala mimpimu


feel free to hear the song:
http://soundcloud.com/willyaviantara/its-your-day-novie-feat-willy

read this behind the scene:

http://willy-aviantara.blogspot.com/2011/10/di-balik-layar-pembuatan-lagu-its-your.html

18/09/2011
Novie & Willy

Tuesday, September 20, 2011

Unfinished song

Sometimes people make you cry
Look down even you have tried
People just hate the beautiful heart that you are

Sometimes I see you pray
To the highest wish you say
I see you sing aloud for His till you dry

Sometimes summer’s too hot to play
Winter always soon go away
And rain falls down with pain that you can’t say

Sometimes I ask you some
‘How do you feel right now?’
In silent, you smile and show everything’s fine

Sometimes is just nothing… People know nothing…
Cause I see you grow together… It's not easy to be you…

Reff:
I made a song for you, my love
I made a song that you can hear when summer or rain
I made a song that you can sing aloud when okay or not
Sing because it’s your day to be happy with love around
A girl become a woman who can’t be broken
And keep shining…
All the times…

Every times be anything you praise
Blow the candle and cut the cakes
People will see ‘today your life begins’

Novie
14/09/2011

Sunday, August 21, 2011

10 things Why We Should Be Crazy with Panda


1. Panda is fat. And we always say “fat is funny and wealthy”.Look at how we adore a fat baby which is having an obesity and like an idea that people who are getting more fat means getting more money. For me, fat is ‘a big hug’. So, panda is funny, rich and warm.

2. Panda is black and white. In China, black and white is a color of symbol ‘yin and yang’. It means stability and harmonizes. Life is a black and white. What is right to do and not to do. So, panda is definitely wise. Panda is black, white and asian :D Go away you rasist.

3. Panda is from China whose population of citizen is the biggest of the world and their ‘Made-in-China’ products is everywhere. They love to married and make children. They’re full in love. They’re smart, creative and innovative. Making technology to help people. So, two words for Panda. Loveable and smart!!!

4. Panda is carnivore but he eats bamboo. How lovely huggie this creature. He cares about other animals. He also eats eggs and bugs. Unfortunately, he’s still fat although being a vegan.

5. In China, people called Panda ‘Xiong Mao’ and in Taiwan he’s called ‘Maoxiong’. Xiong means ‘bear’ and Mao is ‘cat’. So, Panda is mixed between a biggie bear and sexy cat. All we guys know how cute Teddy Bear and Tom in ‘Tom and Jerry’ or Pussy cat in ‘Shrek’ or Garfield. If bear and cat are cute, the Panda is double-cute :) :)

6. Panda is a symbol of Tiongkok. They put Panda picture to their golden money. Panda is like golden. Treasure and priceless in long lifetime.

7. Panda is used to be symbol of friendship and cultural exchange between Tiongkok and Western countries.Panda were borrowed to US and Japan’s zoo. So, another word is Panda is a symbol of peace world.

8. Do you know World Wildlife Fund or WWF? International non-governmental organization working on issues regarding the conservation, research and restoration of the environment. They use Big Panda for their symbol. So, Panda is golden-heart and cares about global warming. They love earth and taking care their environment. Hey, how cool it is?

9. Panda is one of favorite animals in western because they so cute like little babies or a teddy bear which is live. They’re always taking a picture of Panda when they’re rolling down and relaxing while eating bamboos, not hunting other animals. Cause Panda always reflect as a cute animal and peace world.

10. You know Po in ‘Kung Fu Panda’? Or Genma Saotome in manga ‘Ranma ½’? They are movie and manga character. Po who is love his duck-daddy so much, like eating noodles and called ‘Dragon master’ and Genma who sense of kendo and always write what he want to say on blackboard chalk. They’re so amusing as well as Panda always does.Let’s be fans of Panda!!!



Novie
22/08/2011

#JUSTSPEAKING




Speaking about love…
People always do not get tired of speaking about this topic, especialy I am. Keinginan berbicara mengenai topik mahadahsyat satu ini terkuak setelah baru-baru ini gue kembali kerajingan melakukan hobi lama. Membaca dan menonton. Dari film Hollywood ‘Something Borrowed’ sampai film drama Korea ‘Dream High’, hingga novel ‘Kening’nya Fitrop. Awalnya iseng tapi berujung mikir.

Why those stories are so.. kalo katanya Fitrop itu.. so ty-pi-cal? Dan sama dengan kebiasaan jelek dan dosa borok gue. Skenario film serupa dengan skenario segilintir kisah saya.

WHY a friend is no longer friend where you are making friend with your friend with opposite sex with you?

When this question comes out, I don’t talk about friendship. I’m speaking about love..

And then my head, spontaneously, answers ‘WHY NOT?’


Speaking about memories…
I always fall in love with my friend again and again and again (in different time of course)


Speaking about films and novels…
1. Berhubung memori mengingat nama saya terbatas, saya pakai inisial saja yah. Di film drama ‘Dream High’, sebut saja si A dan si B, temenan dari kecil, nangis bareng, rebutan minuman bareng, pas gede naksir and then pacaran. Yah namanya juga drama, nggak mungkin semulus itu. Ada sedikit bumbu-bumbunya, datanglah si C, yang notabene sahabat si A dan naksir berat sama si A. Tapi yah tetep ajah si A naksir SAHABAT dari kecil (tolong sdistabilo gede-gede) yaitu si B.

2. Ada lagi film ‘Something Borrowed’, ada si X temenan lamaaaa ma si Y tapi malu nunjukkin perasaannya. Kemudian saking depresinya sama masalahnya, dia curhat dengan si Z yang ternyata selama ini memendam perasaan begitu dalam (cailah) pada si X. Dan yah.. as we know it, si Y naksir juga sama si X. mereka TEMENAN kampus, TEMEN ngerjain tugas bareng, TEMEN ngobrol dan TEMEN curhatnya. dan yang memamg si X temenan lebih lama ma si Y.

3. Nggak cuma film, ada novel ‘Kening’nya Fitrop. Ini kisah nyata di Fitropnya sendiri. Dia kenalan ma seorang cowok yang lambat laun jadi inceran dia. Tetapi sang cowok ga menunjukkan pergerakan yang signifikan dalam hubungan mereka, alhasil si Fitrop kecantol ma temen deket si cowok. Si TEMAN ini yang selalu Fitrop curhatin. Dan lagi-lagi Fitrop emang lebih intens temenan ma si 'teman' ini. Niat mau nebar jala ke danau eh yang kejaring empang tetangga. So ty-pi-cal. So human. So life. So me!

4. Hermaione and Ron Wesley 'Harry Potter', Chandler and Monica 'Friends', dan masih banyak lagi


Speaking about ‘friend-who-is-no-longer-friend’
Teman yang gue maksud di sini adalah orang yang awalnya tujuannya kita kenalan selatar belakang trus mau-nggak-mau-harus-kenalan terus yang kita benci atau hina atau remehkan awalnya karena orang ini aneh atau tidak ramah trus makin deket karena senasib atau seperjuangan terus mendadak sudut pojokan belahan hati bagian terdalam bergejolak kalau sehari ajah nggak ketemu atau ngobrol ma dia. Bawaannya kalau ngelihat dia seneng ato nyari-nyari nih alat penghentak jantung gue mana yah. Nah loh?

And then friend is no longer friend. Nah yang bikin mikir dari semua tontonan dan bacaan baru-baru ini adalah kok gue selalu naksir ma si karakter ‘teman’ yah? Si temen yang selalu dicurhatin dan selalu bertepuk sebelah tangan. Kalau jadi si A gue seratus persen pilih si C yang anak daerah, lugu, alim, apa adanya, yang mau sama-sama susah mulai dari nol. kalau jadi si X, gue pasti suka ma si Z yang omongnya ketus, apa adanya dan selalu membantu si X berpikir logis. Dan tentunya sama dengan Fitrop yang naksir ma temen curhatnya, walau mereka selalu saling curhat soal kecengannya masing-masing. Karena kenyamanan itu lebih besar lo dapatkan ketika bersama teman dekat lo. Think, talk, do, and show naturally everything. Is it my destiny to be melodrama or it's only my type? Once again, so typical...

Menurut saya, kakak itu teman, saudara itu teman, guru itu teman dan ended dengan pikiran jodoh itu teman. Teman hidup, teman berbagi segalanya. Susah bareng, nangis bareng, gila-gilaan bareng, tertawa bareng, sharing cerita bareng. Nah wajar kalau gue jawab ‘WHY NOT you’re falling in love with your friend?’

Tapi permasalahannya adalah gue ga bisa bedain mana yang seharusnya jadi jodoh, mana yang jadi temen. Kalau jodoh itu teman, tapi bukan berarti teman deket lo itu jodoh lo kan?


Speaking about truth...
One of my barrier now is 'once you make your friend becomes your lover, when it messes up, it's hardly for me to turn it back like we used to be... FRIEND.





Novie
22/08/2011

Monday, January 24, 2011

Persimpangan jalan



Ada anak kecil di seberang jalan. Dia berdiri di garis hitam-putih bersiap-siap akan menyebrang jalan. Kakinya persis menginjak garis putih di pinggir jalan. Dia sedang kebingungan sekarang. Apakah ia tetap di tempatnya, menunggu semua pejalan kaki ikut menyeberang agar ia tetapi selamat, atau ia menyeberang sendiri karena baginya jalan itu sudah aman untuk diseberangi.

Di tengah kebingungannya, ia melihat lampu hijau menyala. Okeh, saatnya saya menyebrang, pikirnya. Mobil sudah tidak ada yang melewatinya, jalan aman, awan cerah bersinar. Okeh, saatnya saya menyebrangi jalan. Tetapi ketika ia akan menyebrang, ia melihat ke kanan kirinya. Ia kembali bingung kenapa tidak ada orang yang menyeberang juga.

Ketika itu, di pinggir jalan, ia bersama teman-te man sekolahnya. Masih dengan seragam sekolah bersama teman-temannya, ia berniat membeli es krim di seberang jalan. Entah kenapa hari itu ia sangat lapar. Rasanya ia mau menelan 2 es krim sekaligus. Ia sudah mencoba es krim di jalan itu dan ia penasaran dengan es krim di sebrang jalan. Maka, ia dan teman-temannya pun bersama-sama di ujung jalan bersiap-siap menyeberang.

Hingga lampu masih berwarna hijau, tidak ada satupun yang beranjak dari tempat.mereka berdiri. Semua masih sibuk. Ada yang mengobrol, ada yang sedang sibuk dengan barang bawaannya yang banyak, ada yang santai bersandar di tiang listrik.

Okeh, saatnya saya menyebrang sekarang. Es krim di sini enak tapi saya yakin di seberang jalan mungkin punya es krim yang lebih enak, pikirnya kembali. Baginya es krim itu enak tapi tidak cukup enak memuaskan hasratnya. Es krim itu nikmat apalagi ketika dimakan bersama-sama temannya. Tetapi dia merasa cokelat, rasa favoritnya, itu tidak disajikan dengan sangat baik. Harga yang harus ia bayar tak sesuai dengan rasa cokelat yang ia inginkan. Awalnya ia berpikir, mungkin karena ini pertama kali ia memakan es krim, cokelat ini mungkin yang terbaik. Tetapi bagaimana ia bisa tahu rasa cokelat dio es krim lain yang mungkin bisa lebih enak? Atau justru lebih pahit?

Berpikir lama, masih di tempatnya, kemudian ia berpikir bahwa tidak ada salahnya ia mencoba, toh ia sudah punya perut setangah kenyang. Ketika ia menyeberang mendadak tangannya digemggam erat oleh salah satu temannya.

Kata temannya, ”sebentar, aku takut menyebrang sendiri. Sebentar lagi lampu pasti berubah lagi. Nanti kita ketabrak. Kita tunggu saja sampai lampu itu berwarna hijau lagi.”

Okeh, saya lewatkan lampu hijau itu hingga ia berubah warna menjadi merah lagi. Tunggu punya tunggu. Lampu kembali berwarna hijau. Ketika saya mau menyeberang, teman yang lain menatap saya dan berkata...

”Tunggu dulu, kamu yakin mau ke sana, perut kamu kan sudah kenyang di sini. Buat apa ke tempat es krim lain. Tunggu sampai perut kita lapar lagi yuk.”

Okeh, saya lewatkan lampu hijau itu. Kembali terdiam sambil terus menunggu lampu berubah menjadi merah lagi. Teman yang lain memegang bahunya dan kemudian berkata ”Gimana kalau rasa es krim itu nggak enak? Gimana kalau tenyata lebih mahal harganya? Gimana kalau kamu sudah menyebrang, sampai di tempatnya. Ternyata tukang es krim sedang tidak berjualan. Kamu kan rugi.”

......


Masih di tempatnya berdiri, tetap melihat lampu hijau menyala terang di tempatnya, matanya pun beralih melihat ujung jalan tempat yang ia tuju di sana. Kabur memang, tidak terlihat begitu jelas bagaimana pertokoan dan pemukiman di sana. Maklum ia hanya berjalan di ruas jalan yang sama dan memakan es krim yang sama setiap hari. Hingga ia tahu hafal berbagai lubang di jalan itu, berbagai perbaikan jalan yang belum juga tuntas, dan berbagai pejalan kaki yang ia temui setiap hati ketika ia melewati ruas jalan tersebut. Ia merasa ia harus menjelajah ke ruas jalan lain. Jalan ini sudah terlalu sering ia lewati sehingga saatnya ia pindah ke ruas jalan lain dan menikmati es krim lain. Jalannya tidak semakin kecil ketika ia beranjak dewasa dan es krim nya pun semakin lama semakin menurun kualitasnya sehingga perlu ia pindah ke jalan lain dan mencoba es krim di sana.

Ia merasa saatnya ia menyebrang sekarang. Bukan ia tidak ingin menyebrang dengan teman-temannya yang lain tetapi perutnya sudah kembali sangat lapar. Ia ingin mencoba es krim di tempat lain. Lampu hijau sudah menyala terang sekarang. Perutnya sangatlah lapar, keinginannya sudah tak terbendung. Ia mau mencoba es krim lain. Agar ia tahu apakah es krim di tempat lain enak atau tidak.

Es krim itu sudah tidak terasa enak di lidahnya. Sangat pahit. Semakin hari semakin pahit. Ia pun sudah tak seantusias ketika awalnya ia baru mau makan es krim itu.

Lampu hijau kembali menyala terang. Saatnya ia untuk menyebrang jalan.

Tuesday, November 30, 2010

1 Desember 2010



1 Desember 2010
09:11 AM

Aahhh… bulan favorit saya sudah selesai. Bulan yang saya sebut sweet-bitter november. Bulan yang mengajarkan saya arti kenangan, pertemuan, perpisahan, kerelaan dan keikhlasan. Bulan menemani mama di rumah sakit, bulan saya dilahirkan dan bulan saya ‘berpetualang’ ke negri lain.

Tuhan, terima kasih karena satu babak kehidupan telah saya lewati. God is Architect. God is Director. Kata-kata ini saya dapatkan dari film Cin(T)a. Tiap babak dan desain telah ia ciptakan buat kita loh kawan.

Saya sekarang bekerja di dunia pertelevisian. Karena itu, saya mengibaratkan Tuhan sebagai director. Ia sudah menciptakan sebuah konsep yang bagus untuk masing-masing anaknya. Bukan konsep untuk mendapatkan rating di atas 3.0, melainkan konsep terbaik yang dapat mendidik dan menguatkan kita dan orang-orang yang menontonnya.

Dia sudah menciptakan script terbaik. Dia sudah menyiapkan semua kru-kru yang memang sudah ‘diatur’ untuk bersama kita menjalani babak ini. Ada kru-kru yang memang ditakdirkan bersama kita, ada kru-kru yang dibuat tidak bersama kita namun memberi pelajaran berarti untuk kita. Ia tidak pernah memberi kru yang salah atau script yang salah.

Tidak pernah ada istilah ‘cus’ atau ‘retake’ seperti yang kita pakai kalau ada pengambilan gambar yang salah. Tidak ada istilah ‘tak layak tayang’ atau ‘gagal qc’. Karena memang semua dibuat sedemikian rupa sesuai rencana Dia. Tetapi selalu ada istilah ‘revisi’ buat kita semua. Bisa kok kita memperbaiki semua kesalahan kita. Selalu ada waktu, selalu ada kesempatan. Selama kamu masih bisa baca tulisan ini, semua masih bisa berusaha lebih baik kok ;))

Rencana kita memang banyak, tetapi rencana Tuhan yang terbaik.
Kemauan kita banyak yang tak masuk akal, tapi kemauan Dia selalu beralasan.
Cita-cita kita membumbung tinggi, tetapi Tuhan telah menciptakan kita untuk cita-cita-Nya yang lebih tinggi.

Saya ingin itu, saya begini, saya ingin begitu. Tetapi Tuhan telah membuat jalan dengan arahnya. Selama kita mengikuti jalan dan arah yang telah disediakan, kita pasti takkan kesepian dan kekurangan.

Baru-baru ini, saya mengikuti sebuah misa yang paling mendamaikan hati saya. Di sebuah gereja yang terbesar yang pernah saya kunjungi. Misa yang membuat saya banyak berpikir. Ada sebuah ayat yang paling saya ingat ‘mintalah maka kau akan diberikan’. Kurang lebih begitu bunyinya. Ketika kamu merasa kecil dan tidak mampu, mintalah.. Mungkin sebagai manusia kita terlalu banyak meminta dan memarahiNya bila ia tidak memberi apa yang kita minta. Tetapi dia itu Maha Baik kok. Dan dia pencipta kita dan kehidupan kita, jadi kepada siapa lagi kita bertumpu dan memohon?

Kalau permintaan kamu belum dipenuhi. Ingat deh, pepatah lama mengatakan, tuhan hanya memberi kita 3 jawaban atas permintaan kita.

Yang pertama ‘iyah’,
yang kedua ‘belum saatnya, sabar yah’ dan
yang ketika ‘ada yang lebih baik kok, tenang saja’



1 Desember 2010
09:45 AM

Selamat datang Desember. Bulan dimana Tuhan dilahirkan. Apa ini bulan favoritNya yah?

Selamat datang pertualangan baru, kenangan baru, script baru, kru yang baru...

Saya yang baru? Belum. Masih yang lama. Masih yang sering kalah sama dirinya sendiri. Tetapi selama saya masih bisa menulis berarti masih banyak waktu dan kesempatan untuk menjadi orang yang lebih baik. Toh Roma tidak dibangun dalam 1 malam kan? Terima kasih November, Selamat datang Desember.


Novie
1/12/10


Sunday, November 14, 2010

Kenangan

Bila itu sebuah luka menganga, jangan kau tutup dengan perban karena itu akan membuat kamu semakin merasakan sakit dan berbekas. Lebih baik kamu siram dengan air dan bersihkan dengan alkohol. Luka balas luka. Sakit balas sakit. Sakit memang. Tapi mujarab!

Bila itu sebuah lubang yang besar dan gelap, jangan kamu hindari atau loncati. Akan lebih baik kalau kamu isi lubangnya. Tanah balas tanah. Kosong balas isi. Supaya lubang itu terisi dengan apa yang telah hilang. Maka penuhlah lubang itu dan tak terlihat ada tanda-tanda lubang pernah ada di situ.

Kalau itu sebuah retak memanjang, jangan kau paksa untuk kau pakai dan terus menerus kau maju di ambang kejatuhan. Bila kau tahu, itu akan jatuh lagi dan menimbulkan keretakan lebih besar, lebih baik jangan kau paksa lagi. Karena retaknya akan menjadi patah, dan patah akan menjadi kehancuran. Lebih baik kamu rawat dan jaga baik-baiklah. Karena bila tidak kau rawat, siapa lagi yang akan merawatnya? Cinta balas dengan cinta. Tapi cinta yang ini adalah cintai dirimu sendiri.


Kenangan...


Kalau kamu tidak bisa mengalahkannya, maka bertemanlah dengannya.

Bila kau terlalu capek berusaha melupakannya, kenapa kau tidak berteman dengan 'kenangan' itu.

Hadapi...

Terima kenyataan...

Nikmati...

Kalau kau terlalu capek berlari, kenapa kau tidak duduk, mengambil nafas, menikmati semua kelelahan dan keringatmu. Mungkin dengan menikmatinya, kamu tidak perlu berlari lagi.

Bila itu sakit, berilah ia sakit. Dengan begitu kamu akan kuat, kebal dan tidak sakit lagi. Cari apa yang membuat kamu sakit, hadapi, maka kamu akan terbiasa. Karena...

Kalau kamu tidak bisa mengalahkannya, maka bertemanlah dengannya.... Maka kamu tak perlu lelah memikirkan strategi, dengki, amarah. Dengan berteman, kamu akan kuat dan belajar.

Senyumlah pada 'teman'mu itu. Senyumlah untuk kenangan indah itu.
Bersyukur itu pernah ada

:)


15/11/10
Novie

Tempat Yang Kunamakan Terminal

Di sabtu pagi yang cerah, buru-buru saya bangun, cuci muka (mandinya? Ahh nanti-nanti sajalah), berberes, dan langsung pergi ke rumah sakit. Hari ini jadwal mama check tulang. Begitu saya sampai, agak kaget melihat rs berasa mal. Ramai sekali. Dimana orang-orang mungkin masih memilih tidur di ranjangnya, bangun siang, nonton tv dan bersantai ria, sedangkan di rs ini sudah banyak sekali pasien. 'Banyak' saya definisikan sekitar ratusan orang. Orang-orang yang sudah 'berumur' dan anak-anak kecil yang paling banyak saya lihat di sini.

Sembari menunggu, terlintas di pikiran saya, rumah sakit itu seperti 'terminal'. Tempat antara akhirat dan duniawi. Tempat dimana kita semakin dekat melihat Tuhan. Agak seram sih hahaha. Kenapa bisa begitu? Karena di sinilah semua berawal dan berakhir. Dilahirkan dan 'diselesaikan' di rumah sakit. Kita 'lelah', 'tak sanggup', 'mendapat bencana' dan 'minta pertolongan' pun kita mampir di terminal ini.

Entah saya saja yang terlalu berlebihan mungkin, saya merasa ketika orang berada di 'perhentian' ini. Mereka jadi berusaha mendekat ke Tuhan. Saya merasa keluarga saya pun seperti itu. 'Perhentian' ini semakin mengingatkan kita pada Tuhan.

Kita semua sedang berada di tengah jalan. Mungkin sekarang ada yang berjalan beriringan, ada yang lebih suka berjalan sendiri, ada yang lebih memilih berjalan kaki menikmati hidup, ada juga yang memilih untuk naik kendaraan karena tergesa-gesa ingin cepat sampai tujuannya. Di jalan pun tidak sedikit ada yang duduk saja di pinggir jalan karena capek dan beban hidup, ada yang memilih untuk dikasihani dan meminta-minta di jalan, ada yang tersesat dan bingung ruas jalan mana yang harus ia pilih. Ada yang memilih jalan yang lurus dan beraspal namun tak sedikit lebih tertarik ambil jalan berbatu dan berkelok-kelok.

Di tengah perjalanan itu banyak sekali batu sandungan, cuaca buruk, sesama pengguna jalan yang 'rese' yah. Bisa dibilang 'seleksi alam'. Mereka-mereka yang tetap terus bangkit dan berjalan hingga garis finish, kita sebut pemenang. Mereka-mereka yang 'diuji' kemudian takut melangkah, takut melihat batu sandungan lain trus memilih 'istirahat' hingga pejalan kaki merasa risih dan membuang dia sebagai 'sampah'.

Di pinggir jalan pun ada 'perhentian' tempat kita beristirahat, duduk melihat sesama pejalan yang kecapekan atau menunggu kendaraan untuk 'dijemput' saja. Di 'pertengahan' ini kita mempunyai waktu lebih lama untuk 'merenung' melihat pejalan kaki lain yang masih mengarungi perjalanannya, atau sesama penunggu bis di terminal.

Di terminal ini ada pejalan yang tepat waktu dan bis pun sudah siap 'menjemput' kita tapi terkadang ada bis yang batal datang atau waktu diundur. Namun nanti pada saatnya pun kita akan berkumpul di sini. Menunggu jemputan.

Jam hampir menunjukkan jam 12 siang. Sudah hampir 3 jam saya menunggu dokter di 'terminal' ini. Belum juga datang. Ahhh... Mungkin ini masih waktu saya untuk merenung dan bersyukur. Bersyukur pada apa yang masih saya miliki :)

Dan mungkin saya masih belum 'dijemput'.

Sampai bertemu di 'perhentian' kawan

06/11/10
Novie

Saya dan Mereka

"Apa yang tidak membunuhmu, membuat kamu kuat nov. Kamu tidak berubah. Kamu masih kuat, pintar, masih mau mendengarkan dan kamu baik-baik saja" ucapan ini aku dengar tadi pagi di telepon dari seorang teman baik yang kukenal 4 tahun lalu. Yang sudah memberiku rasa benci, suka dan kagum.

"Lo tuh baik kok. Masih mau dibicarakan. Selalu masih mau berubah jadi lebih baik." kata seorang teman dekat yang kupanggil ‘mamih’ yang kukenal 7 tahun lalu.

Itu hanya segelintir ucapan ‘mengenai saya’ dari beberapa teman yang mengenal saya bertahun-tahun. Akhir-akhir ini saya banyak bertemu orang baru dan anehnya mereka mengira mengenal saya. Yang saya mintai waktunya untuk interview, yang saya kenal sebagai relasi kerja, yang saya kenal sebagai teman baru. Mereka-mereka yang ’artis’ dan ’berusaha menjadi artis’. Tak terkecuali yang baru mengenal saya dalam waktu hanya berbulan-bulan saja.

Yang ingin kusampaikan dan kuberitahu
Dua perihal mengenai manusia. Tentang aku dan kalian. Tentang manusia. Camkan baik-baik.

Kusampaikan ini kepada mereka yang selalu ditelepon tiap pagi dan malam
Kepada ’mereka’ yang di bbm dan ym sepanjang hari
Kepada ’mereka’ yang dipeluk akhir-akhir ini
Kepada ’mereka’ yang menemani sepanjang hari dimana pun aku berada Kepada ’mereka’ yang tak henti-hentinya menanyakan kabar
Kepada ’mereka’ yang dikenal lama atau baru dijumpai. Kepada mereka yang mengucapkan selamat
Kepada ’mereka’ yang menyuruh mendengarkan musik di malam hari
Kepada ’mereka’ yang membuatku tersenyum dan tertawa di kala terluka di sepanjang hidupku
Kepada ’mereka’ yang ’menyibukkan’ aku
Kepada ’mereka’ yang menginspirasi tulisan ini dan menumbuhkan keinginanku menulis lagi
Kepada ’mereka’ yang memberi cerita manis dan pahit Kepada ’mereka’ yang memilih diam dan menenangkan diri
Kepada ’mereka’ yang tak henti-hentinya berjuang
Kepada ’mereka’ yang kecewa
Kepada ’mereka’ yang penuh amarah
Kepada ’mereka’ yang selalu menaruh apel di mejaku dan mereka yang memberi sepotong roti ketika aku ’menetes’
Kepada ’mereka’ yang memilih cepat-cepat bekerja dan melewati kemacetan Jakarta untuk bertemu temannya yang sedang gundah
Kepada ’mereka’ yang mengajarkanku tersenyum pada pohon, langit, alam
Kepada ’mereka’ yang pernah dekat, pernah membuat sejarah bersama dan mau memaafkanku serta mencintaiku sangat dalam

Kepada setiap tetesan air mata yang sudah jatuh
Kepada setiap umpatan yang keluar
Kepada setiap bahu yang telah diberikan
Kepada setiap waktu yang berharga telah diberikan untuk mendengar
Kepada setiap pemikiran cerdas dan dorongan
Kepada setiap kata-kata yang telah diucapkan ‘kamu pintar, kamu kuat!”

Kuberitahu. Tidak dalam amarah aku menulis atau mengungkapkannya. Tidak dengan setetes air mata pun.
Pertama, kita BERBEDA. Misal tidak ada novie lain persis seperti saya di dunia ini. Mungkin banyak orang aneh di luar sana yang memiliki nama hanya 1 kata. Tetapi saya tidak hanya 1 kata. Saya perihal banyak kata dan banyak sisi.

Saya tak sesempit dan sependek namanya. Saya dan anda berbeda. Mungkin banyak di luar sana juga yang bernama sama. Hanya ’novie’ (menurut mbah google ada 1.090.000 hasil. Hahaha sempet-sempetnya yah). Dan setiap 1 juta novie di muka bumi inipun tidak ada yang sama. Kita semua spesial, unik, dan ’berbeda’.

Tidak kau jumpai novie yang malas mandi dan susah bangun pagi (yuk mari). Tidak aku jumpai novie yang sombong dan jutek (bagi semua yang punya first impression seperti itu). Tidak aku jumpai novie yang bisa tidak tidur berhari-hari ketika dia punya passion melakukan sesuatu. Tidak aku jumpai novie yang kalau sedih bersembunyi di lemari. Tidak aku jumpai novie yang bukunya penuh dengan gambar-gambar karikaturnya. Tidak kau jumpai novie yang sekarang kembali menulis setelah punya cerita. Dan sebanyak apaun kuberitahu tak cukup notes ini mengambarkan seorang Novie.

Saya adalah saya. Saya dengan kelebihan dan kekurangannya. Jangan menggangap bisa mengenal orang hanya dalam waktu berbulan-bulan saja. Saya tidak sesimple itu. Saya tidak sependek nama saya. Manusia tidak dapat diprediksi. Saya berbeda dengan orang lain. Begitu pun anda. Lebih baik jangan berpikir bisa mengenal orang sangat baik karena kita tidak pernah tahu apa yang ada di balik pikiran orang itu dan mauNya Tuhan.

Perihal kedua, manusia itu BELAJAR. Saya berbicara tentang orang yang MAU belajar dan salah satunya saya. Dan mungkin anda. Pertama kita jatuh, kedua kita terluka, ketiga kita berusaha membersihkan luka itu dan mengobatinya. Keempat kita belajar berdiri meski ada bekas di lutut kita.
Manusia tidak hanya jatuh sekali tetapi berkali-kali. Begitupun saya. Saya berkali-kali’ditampar’ tetapi saya BERUSAHA.

Mungkin banyak hal yang terjadi di luar kuasa kita, banyak hal yang terjadi tidak sesuai kemauan kita. Saya tidak menyalahkan keadaan. Awalnya saya iyah. Tetapi yang kita bisa ubah adalah diri kita. Kamu berkuasa atas pikiran kamu.

YOU ARE WHAT YOU THINK YOU ARE!!!

Manusia jatuh, kecewa, sakit itu wajar. Tetapi manusia yang belajar dan mau berusaha lebih baik itu luar dari wajar. Saya tidak menyalahkan siapaun yang datang atau pergi. Saya merasa bersalah kenapa menyalahkan diri saya sendiri. Yang saya salahkan saya tak diberi kesempatan. Namun seorang kakak tercantik yang saya sayangi berkata "Jangan sedih karena orang tidak meberi kesempatan, tapi sedihlah karena kita belum mebuat persiapan..."

Mungkin sekarang saya belum mengerti. Mungkin nanti saya akan mengerti. Tetapi saya BERUSAHA memahami...

Tulisan ini dibuat bagi mereka yang di luar sana yang masih memiliki kesempatan. Belajarlah sebelum kesempatan itu tidak lagi diberikan dan kepercayaan telah direnggut. Saya memang salah karena sering TERLAMBAT, tetapi dalam keterlambatan saya menyadari satu hal bahwa di samping saya sekarang banyak ‘MEREKA’ yang menguatkan saya dan mau menghentikan lajunya sebentar, menjemput saya dan kemudian melanjutkan jalan bersama.

Kamu adalah MEREKA :)
Dan mereka-nya saya tidak pernah satu kata atau sesimple nama saya. Terima kasih.

Yours sincerely,
Novie